"Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu, maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar". (Q.S. Al-Mukmin 40:8-9)

Para ahli tarikh dan hadits sepakat bahwa putri Rasulullah SAW, seluruhnya berjumlah 4 orang. Sedangkan putra-putra Rasulullah memang terdapat berbeda pendapat, karena semuanya telah meninggal pada masa kecil dan karena pada waktu itu orang arab belum begitu perduli dengan sejarah. Riwayat menyebutkan bahwa putra Rasulullah SAW ada 3 yaitu Qasim ra, Abdullah ra dan Ibrahim ra. Riwayat lain menyebutkan ada 4 yaitu Thayyib ra ada riwayat lain menyebutkan 5 yaitu Thahir ra. Wawllahu a'lam bishawab.


RIWAYAT SINGKAT YANG DIMAKSUD ADALAH :

1. ZAINAB RA.

la adalah putri Rasulullah saw. yang terbesar. Seandainya ada ahli tarikh yang menulis selainnya, itu salah. Karena Zainab ra. lahir pada tahun kelima setelah Rasululllah saw. menikah dengan Khadijah ra., yaitu ketika beliau saw. berumur 30 tahun. la tumbuh dewasa dengan pengawasan kedua orang tuanya sampai ia masuk Islam, dan menikah dengan sepupunya, yaitu Abul Ash bin Rabi'. Setelah perang Badar, ia hijrah karena orang-orang musyrik terah melukainya. Kisahnya sudah diceritakan pada kisah yang ke-20. Luka ini terus dideritanya sampai permulaan tahun ke-8 hijrah, ia meninggal dunia.

Suaminya datang ke Madinah pada tahun ke-6 atau ke- 7 hijrah, lalu ia memeluk Islam. Dari pernikahan itu ia mempunyai dua orang anak, putra dan putri. Yang laki-Iaki bernama Ali ra., ia meninggal dunia setelah ibunya wafat saat ia hampir dewasa, ketika itu Rasulullah saw. masih hidup. Diriwayatkan, ketika Fatah Mekkah, Ali ra. anak Zainab ra. ini ikut duduk di atas unta bersama Rasulullah saw. .Inilah Ali ra. cucu Rasulullah saw. Sedangkan putrinya, bernama Amamah ra., yang kisahnya banyak tertulis dalam kitab hadits.

Dimana sering kita dengar bahwa ketika Rasulullah saw. sedang sujud, maka Amamah ra. menaiki punggung Rasulullah saw.. Amamah ra. masih hidup terus sampai setelah Rasulullah saw. wafat. Setelah bibinya, yaitu Fatimah ra. binti Rasulullah saw. istri Ali ra. meninggaI dunia, maka Ali bin Abi Thalib ra. menikahi Amamah ra. Setelah Ali ra. meninggal dunia, ia menikah lagi dengan Mughirah bin Naufal ra. Dari pernikahannya dengan Ali ra. ia tidak mempunyai keturunan. Akan tetapi dari pernikahannya dengan Mughirah ra. Ia mempunyai seorang anak bernama Yahya. Namun ada yang menentang pendapat ini.

Diriwayatkan bahwa ketika Fatimah ra. akan meninggal dunia, ia berwasiat agar suaminya Ali ra. menikah dengan keponakannya yaitu Umamah ra. Umamah ra. meninggal dunia pada tahun 50 hijrah.

2. RUQAYYAH RA.
la adalah putri Rasulullah saw. yang kedua. Saudara kandung Zainab ra. , lahir tiga tahun setelah Zainab ra. , yaitu ketika RasuluIIah saw. berumur 33 tahun. Sebagian ahli tarikh menuliskan bahwa Ruqayyah ra. lebih besar daripada Zainab ra., tetapi yang benar, Ruqayyah ra. adalah adik Zainab ra. . la telah menikah dengan anak pamannya (Abu Lahab), yaitu Utbah. Setelah turun surat AI-Lahab, Abu Lahab berkata kepada kedua putranya 'Utbah dan Utaibah yang menikah dengan putri Rasulullah saw. ketiga, yaitu Ummi Kultsum ra. ,

"Haram bagi saya bertemu dengan kalian berdua sebelum kalian berdua menceraikan putri Muhammad (SAW)". Atas ancaman bapaknya, mereka pun menceraikan istrinya masing-masing. Mereka berdua telah menikah ketika masih anak-anak, dan belum sempat berkumpul sampai bercerai.

Pada Fath Mekkah, bekas suami Ruqayyah ra. yaitu 'Utbah akhirnya masuk Islam, tetapi ia sudah bercerai sebelumnya. Ketika 'Utbah ra. masuk Islam, Ruqayyah ra. sudah lama menikah dengan Utsman ra.. Bahkan Utsman ra. dan Ruqayyah ra. ini sudah ikut berhijrah ke Habasyah, yang kisahnya sudah dikisahkan dalam kisah ke-l 0. Sejak RasuluIIah Saw. bersabda, "Saya juga telah diperintahkan untuk berhijrah, dan tempat hijrahku adalah Madinah Munawarah," maka para sahabat ra. mulai berhijrah ke Madjnah Munawwarah. Demikian juga Utsman ra. dan Ruqayyah ra. keduanya sampai di Madinah sebelum RasuluIIah saw. tiba.

Setelah hijrah, yaitu ketika sedang bertempur Badar, Ruqayyah ra. sakit. Untuk menjaganya, terpaksa Utsman ra. tinggal di Madinah. Ketika kabar gembira mengenai kemenangan kaum Muslimin di Badar sampai ke Madinah, saat itu ia tengah menguburkan Jenazah Ruqayyah ra. Karena itulah, RasululIah saw. Tidak dapat menyertai pengebumian Ruqayyah ra.

Dengan suami pertama, ia belum sempat berkumpul, jadi ia belum mempunyai anak. Sedangkan dari Utsman ra., ia dikaruniai anak bernama AbdulIah yang lahir di Habasyah. AbdulIah ra. masih hidup sampai ibunya meninggal dunia. Pada usja 6 tahun, AbduIIah ra. meninggal dunja. Sebagian riwayat menulis, setahun sebelum ibunya wafat, AbduIIah ra. telah meninggal dunia. Selain AbduIIah ra. , Ruqayyah ra. tidak mempunyai anak lagi .

3. UMMI KULTSUM.

la adalah putri Rasulullah saw. yang ketiga. Terdapat perbedaan, dibandingkan Fatimah ra., siapakah yang lebih muda. Kebanyakan ahli sejarah menulis, ia lebih tua dari Fatimah ra.. Awalnya ia telah menikah dengan 'Utaibah bin Abu lahab, tetapi belum sampai berkumpul, turunlah surat Al- Lahab, yang mengakibatkan ia diceraikan oleh Utaibah ra., sebagaimana telah dikisahkan sebelumnya.

Pada kisah yang lalu, diceritakan bahwa bekas suami Ruqayyah ra , 'Utbah ra. akhirnya masuk Islam. Tetapi bekas suami Ummi Kultsum ra., yaitu Utaibah setelah menceraikannya, ia datang ke majelis Rasulullah saw. dan tanpa sopan santun, ia menghina Rasulullah saw. dengan ucapan kotor. Atas hal itu, Rasulullah saw. berdo.a kehancuran untuknya, "Ya Allah Engkau siksa dia dengan seekor anjing dari anjing-anjing-Mu.

Ketika itu, Abu Thalib, berada di sana. Meskipun dia belum masuk Islam, ia merasa khawatir. la berkata kepada Utaibah, "Kamu tidak akan mati sebelum do'a Muhammad tadi terpenuhi. Oleh karena itu, ketika 'Utaibah dalam perjalanan ke Syam beserta bapaknya; Abu Lahab. Meskipun ia benci dan memusuhi Nabi saw. , tetapi ia mengatakan, 'Saya senantiasa khawatir akan do'a buruk Muhammad (saw.). Untuk itu semua orang dalam kafilah ini hen- daknya berhati-hati. Kemudian mereka tiba di tempat yang banyak terdapat singa. Pada malam harinya, mereka mengumpulkan barang-barang kafilah seluruhnya di suatu tempat dan dibentuk sebagai benteng.

Lalu Utaibah tidur dengan dikelilingi orang-orang di empat penjuru. Pada waktu malam, datanglah seekor singa. la menciumi muka setiap orang yang tidur itu. Lalu ia melompat ke tengah benteng dan menemukan Utaibah, singa tadi langsung memisahkan kepalanya dari badannya. la berteriak meminta tolong. tetapi dengan satu terkaman saja tamatlah riwayat Utaibah.

Sebagian ahli tarikh menulis, Utaibah sudah masuk Islam, padahal itu adalah kakaknya. Yang pasti diantara bekas suami Ruqayyah ra. dan Ummi Kultsum ra., salah satunya sudah masuk Islam.

Kisah ini adalah pelajaran untuk kita semua, dan peringatan kepada orang-orang yang memusuhi wali-wali Allah. Allah berfirman:
"Barangsiapa menyakiti kekasih-Ku, maka Aku menyatakan perang dengannya"

Setelah meninggal Ruqayyah ra. pada Rabiul Awwal tahun ke-3 hijrah, Ummi Kultsum ra. menikah dengan Utsman ra. .Nabi saw. bersabda, "Perkawinan Ummi Kultsum dengan Utsman ra. ini karena wahyu dari langit. Sebagian riwayat menulis bahwa pernikahan Ruqayyah ra. dan Ummi Kultsum ra. adalah karena wahyu dari langit.

Dari suami yang pertama belum sempat berkumpul, dan dari Utsman ra. pun ia tidak mendapatkan keturunan. Pada bulan Sya 'ban tahun ke-9 hijrah, ia meninggal dunia. Setelah wafatnya, Rasulullah saw. bersabda, "Jika putri saya ada seratus, dan meninggal satu persatu, setelah meninggalnya yang lain semuanya akan saya nikahkan dengan Utsman ra. ."

4. FATIMAH AZZAHRA RA.

la adalah putri Rasulullah saw. yang keempat. la merupakan ratu para bidadari. Menurut ahli tarikh ia adalah putri yang paling bungsu. Setahun setelah kenabian ia lahir, yaitu pada saat Rasulullah saw. berumur 41 tahun .

Ada sebagian riwayat yang menulis bahwa kelahirannya adalah 5 tahun sebelum kenabian, yaitu ketika beliau berumur 35 tahun. Dikatakan bahwa nama Fatimah ra. ini diberikan berdasarkan ilham atau wahyu. Fatimah arti-nya menahan, yaitu terbebas dari api neraka.

Pada tahun ke-2 hijrah, pada bulan Muharram, atau Shafar, atau Rajab, atau Ramadhan, Ali ra. menikah dengan Fatimah ra. Setelah tujuh setengah bulan, barulah mereka berkumpul. Dan pernikahan ini pun berdasarkan perintah Allah swt. Ketika menikah, umur Fatimah ra. baru 15 tahun 5 bulan. Jika demikian, maka ini menguatkan pendapat yang pertama. Pada waktu itu Ali ra. berumur 21 tahun 5 bulan .

Fatimah ra. adalah putri yang paling dicintai diantara putri Rasulullah saw. Apabila Rasulullah saw. akan bepergian, maka dialah yang paling akhir dikunjunginya. Dan jika beliau saw. kembali dari bepergian, maka Fatimah- lah yang paling pertama ditemui. Sebenarnya Ali ra. pernah ingin menikah lagi dengan putri Abu Jahal, atas hal ini Fatimah ra. bersedih. la adukan hal ini kepada Nabi saw., maka beliau bersabda,

"Fatimah adalah bagian dari tubuhku, barangsiapa menyusahkannya berarti ia menyusahkan saya."

Sehingga, selama Fatimah ra. masih hidup, Ali ra. tidak menikah dengan siapapun. Setelah Fatimah ra. meninggal dunia, maka Ali ra. menikah dengan keponakan Fatimah, yaitu. Umamah ra.. Sebagaimana telah dikisahkan pada kisah Zainab ra. yang lalu.

Enam bulan setelah Rasulullah saw. meninggal dunia, Fatimah jatuh sakit. la berkata kepada pembantunya, "Saya mau mandi, siapkan air." Kemudian ia mandi, dan berganti pakaian dengan pakaian yang baru. Lalu ia berkata, "Letakkan kasur saya di tengah-tengah rumah." Lalu ia mendatangi tempat tersebut, dan berbaring ke arah kiblat, tangan kanannya diletakan: di pelipisnya, dan berkata, "Sudah saatnya, saya sekarang akan meninggalkan dunia ini." Setelah berkata demikian, wafatlah putri Nabi saw. .

Keturunan Rasulullah saw. hanya berlanjut dari keturunan Fatimah ra., dan Insya Allah akan berlangsung terus sampai hari Kiamat. Fatimah memiliki 6 putri, dan 3 putra. Putra yang terbesar adalah Hasan ra. , lahir pada tahun kedua setelah pernikahannya dengan Ali ra. Kemudian lahirlah Husein ra. pada tahun 4 hijrah. Lalu Muhasan lahir, dan meninggal dunia ketika masih anak-anak. Anak Fatimah ra. yang putri, bernama Ruqayyah ra, juga meninggal dunia ketika masih kecil, sehingga sebagian ahli farikh tidak menulis mengenainya. Putri yang kedua ialah Ummi Kultsum, yang menikah pertama kali dengan Amirul mukminin. Umar ra. Dia mendapat anak ber- nama Zaid ra. , dan putri bernama Ruqayyah ra. .

Setelah Umar ra. meninggal dunia, Ummi Kultsum ra. menikah dengan A'un bin Ja'far ra. dan darinya lahir seorang putri, tapi ia pun meninggal dunia ketika anak-anak. Setelah itu Ummi Kultsum ra. menikah lagi dengan saudara kandung A 'un, yaitu Muhammad bin Ja 'far ra.

Kemudian ia menikah lagi, dengan saudara A'un juga, yaitu Abdullah bin Ja'far ra.. Dari pernikahan ini ia tidak mempunyai anak. Dalam keadaan sebagai istri Abdullah bin Ja 'far inilah, Ummi Kultsum ra. meninggal dunia, dan hari itu juga putranya, Zaid ra. meninggal dunia. Akhirnya dua jenazah ibu dan anak ini diberangkatkan ke pemakaman bersama-sama. Selain Zaid ra. , Ia tidak mempunyai keturunan lagi.

Anak Fatimah ra. yang ketiga, yaitu Zainab ra. la menikah dengan Abdullah bin Ja'far ra., dan mempunyai dua orang putra; Abdullah ra. dan A'un ra.. Keduanya meninggal saat Zainab ra. dan Abdullah bin Ja'far ra. masih menjadi suami istri. Setelah Zainab ra. meninggal, maka Abdullah bin Ja 'far ra. menikah dengan Ummi Kultsum ra. , juga putri Fatimah ra. yang sebelumnya adalah bekas istri saudaranya sendiri yaitu Muhammad bin Ja 'far.

Setelah wafatnya Fatimah ra., Ali ra. menikah dengan wanita lain, dan mempunyai banyak keturunan. Ahli tarikh menulis bahwa anak Ali ra. ber- jumlah 32 orang, 16 orang putra, dan 16 orang putri. Sedangkan Imam Hasan ra. mempunyai 15 orang putra dan 8 orang putri. Imam Husain ra. mempunyai anak 6 putra dan 3 putri.

"Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa. (Q.S. Al Furqon 25.54)

Copyright (c)
Kisah-kisah Tauladan Para Sahabat ra.
Syekhul Hadits Al-Allamah
Muhammad Zakariyya Al-Kandhalawi raha

0 comments:

Post a Comment

 
DUNIA MUSLIM © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top